Zaman dahulu kala di sebuah desa di cina, terdapat seekor binatang buas yang besar, menyerupai singa namun memiliki sisik yg berwarna keemasan, mereka menyebutnya dengan hewan NIAN(tahun). Karena setiap awal tahun, dia selalu masuk ke desa untuk menyantap mangsanya, yaitu “manusia”… Setiap tahun memasuki tanggal 1 kalender cina, masyarakat desa selalu ketar ketir.

Suatu hari, sekelompok anak-anak kecil lupa bahwa hari ini adalah saatnya NIAN mencari mangsa. Anak-anak kecil itu sedang asyik menyalakan petasan. NIAN sempat ketakutan untuk mendekat saat lihat seorg anak memakai baju merah dan dia hanya berani mendekat pada anak yg memakai baju warna selain merah… Namun mendengar suara petasan yg keras, NIAN lari masuk hutan, sangat ketakutan dan diapun bersembunyi selama setahun, menanti tahun berikutnya untuk memangsa manusia.

Masyarakat desa akhirnya tau bahwa NIAN takut dengan suara petasan dan warna merah. Maka sejak itu, supaya binatang buas itu tidak datang dan merugikan orang-orang desa, maka setiap tanggal 1 bulan 1 kalender cina, mereka selalu mengenakan pakaian serba merah dan memasang petasan di depan rumah-rumahnya dan bersembahyang untuk meminta perlindungan, juga membagikan angpao untuk membuang sial dan menarik rezeki dan keselamatan.

Itulah asal usul dari Perayaan Imlek, Barongsai, Baju Cong Sam merah dan Petasan.