Hànyǔ Pīnyīn (汉语拼音, arti haraf汉语拼音iah: “bunyi bersama bahasa”) atau sering disingkat Pīnyīn (拼音, arti harafiah: “bunyi bersama”) dalam bahasa Mandarin adalah sistem romanisasi (notasi fonetis dan alih aksara ke aksara Latin) untuk bahasa Mandarin yang digunakan di Republik Rakyat Cina, Taiwan, Malaysia, dan Singapura.

Pada tahun 1949, Wu Yuzhang menulis surat kepada Mao Zedong dan mengajukan bahwa perlu segera diadakan reformasi aksara mandarin agar secara efektif memberantas buta huruf. Mao Zedong memberikan suratnya kepada Guo Moruo, Mao Dun dan lainnya untuk diteliti. Pada bulan Oktober 1949 didirikan komunitas reformasi aksara mandarin. Salah satu tugasnya adalah meneliti hanyu pinyin.

Pada tahun 1954, komunitas reformasi aksara mandarin mendapatkan berbagai bentuk Pinyin yang lebih dari 1600 jenis. Dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan abjad Latin sebagai  simbol hanyu pinyin, demi mempermudah pergaulan dan kerja sama secara internasional.

Pinyin disetujui penggunaannya pada tahun 1958 dan selanjutnya diadopsi pada tahun 1979 oleh pemerintah Republik Rakyat Cina. Sistem ini menggantikan sistem alih aksara lama seperti Wade-Giles (1859; dimodifikasi pada 1912) dan Bopomofo.
Sejak saat itu, Hanyu Pinyin telah diterima sebagai sistem alih aksara utama untuk bahasa Mandarin di dunia. Pada tahun 1979, Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) mengadopsi Hanyu Pinyin sebagai standar romanisasi untuk bahasa Mandarin. Sistem ini diadopsi sebagai standar resmi di Taiwan pada tahun 2009 yang umumnya disebut sebagai Sistem Fonetis Baru.